Ini pertama kalinya semenjak saat itu aku mulai mnulis sesuatu lagi. Ya, benar aku tak pernah menulis sesuatu lagi... aku harus mulai merubah kebiasaan ini. Menulis memang baik untuk kesehatan fikiranmu namun tak baik untuk kesehatan hatimu. Kenapa bisa begitu? Ya, karena dengan menulis sesuatu akan mengingatkan mu kepedihan yang memang kau tulis pada masa lampau... aku benci hal itu.
Namun semua berubah semenjak negara api menyerang... *apaan* ketika seseorang berkata ''aku suka gaya penulisanmu'' itu pertama kalinya dalam sejarah hidupku ada orang berkata demikian. Entah itu diluar dari masalah da jujur atau hanya untuk menyenagkan aku semata, aku tak peduli.
Ini antara kesenangan dan kepedihan *lagi* keyika aku mulai menyukai hal yang memuakkan dan membenci hal yang menyenangkan ini. Semua menjadi campur aduk dan memusingkan... kenapa? Bayangkan ketika kau melihat sesuatu luka kecil lalu mengibaratkan dengan luka yang berlumuran darah atau menjelek- jelekkan seseorang yang diatas namakan cinta... dan entah kenapa aku merasa dia luluh dengan kata- kata sarkas seperti itu... itu seauatu hal yang lucu. Entah, apa yang aku rasakan semua bias dan ambigu. Antara kepedihan dan kesenangan, antara cinta dan masalah pemikiran... aku masih mempertanyakan hal itu...
Aku memang tak bisa menulis atau menggambar sesuatu untuk membuat hati tergerak, namun aku tak menyangkal bahwa aku bisa membuat orang goyah hanya dengan perkataanku. Itu sudah terbukti 2-3 tahun lalu. Apaah itu harus aku lakukan lagi? Apakah itu harus aku keluarkan lagi...
Dan ketika aku mengeluarkan sisi seerti itu aku tak lebih dari sekedar antagonis, ya... antagonis yang sedang merencanakan penghancuran dunia dengan sebatang korek api... korek yang akan membakar semuanya, korek yang akan menghancurkan segalanya... dan korek yang akan merubuhkan bangunan yang kokoh dan tak bisa dihancurkan sekalipun.
Kutemukan jalan buntu ketika aku telah bersiap membakar sesuatu... *bodoh*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar